Desa Sejahtera Astra Botubarani : Surga Tersembunyi yang Kini Dikenal Sampai Luar Negeri
- September 30, 2025
- By sarahmtv.blogapot.com
- 3 Comments
Desiran angin dan deburan ombak perlahan seakan menyambut kedatangan kami pagi ini, meski ke Gorontalo bukanlah yang pertama kali tapi berkunjung ke salah satu pantai primadona di Desa Kabila Bone jadi pengalaman pertama saya bersama keluarga saat menginjakkan kaki di sini.
![]() |
| Keindahannya sampai saya abadikan jadi wallpaper hp |
Jarak sejauh 12 kilo dari Tanggidaa rela kami tempuh hanya demi melihat salah satu Surga di Bumi Indonesia, meski bagi saya kunjungan ini bukan lagi menempuh jarak 12 kilo melainkan 2.699 kilo jauhnya karena kala itu saya sedang mudik ke kampung halaman ibu saya.
![]() |
| Botubarani saat itu bak Surga Tersembunyi (Hak Cipta TripAdvisor) |
Botubarani merupakan salah satu dari dua pantai terkenal di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Pantai ini termasuk dalam Desa Botubarani yang berada tepat menghadap teluk Tomini. Teluk Tomini terletak di antara Provinsi Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara. Teluk ini teluk terluas di garis Khatulistiwa Indonesia.
Maka tidak heran jika Nelayan menjadi profesi sebagian besar penduduknya dan ikan Nike, Cakalang serta Kembung menjadi tangkapan hasil utama mereka.(jadesta.kemenparekraf.go.id).
Menyaksikan Langsung Hiu Paus
Pada saat saya ke sana tanggal 6 Mei 2016, warga Desa Botubarani belum lama menyadari kemunculan Hiu Paus dan keberadaannya yang terancam punah dilindungi oleh hukum negara. Karena itulah, meski sudah ada peraturan baru mengenai cara berinteraksi pengunjung dengan Hiu Paus, saya masih melihat ada beberapa wisatawan yang berani mendekati Hiu Paus dan menyentuhnya. Sementara saya memang sengaja memutuskan untuk tidak menyentuh karena khawatir akan mengganggu mereka.
![]() |
| Wisatawan menyentuh Hiu Paus |
Sama halnya dengan para Nelayan di sana, salah satu Nelayan yang perahunya kami sewa menyampaikan pada kami jika ingin memanggil Hiu Paus maka kami bisa tepuk-tepukkan badan perahu atau memberikannya pakan maka ia akan mendekat. Menurut Peneliti Whale Shark Indonesia, Mahardika Himawan, cara ini bisa mengubah perilaku Hiu Paus yang jumlahnya semakin berkurang. (republika.co.id)
Selain dengan perahu, untuk mendekati Hiu Paus bisa dengan diving dan snorkeling. Jika wisatawan tidak membawa pakaian menyelam maka bisa menyewa termasuk alat snorkelingnya. Bahkan saat ini wisatawan pun bisa membeli pakan Hiu Paus, handuk, kamera GoPro hingga drone photoshoot dengan kayak berbagai variasi.
Cara Warga Melindungi Botubarani
Saya merasa takjub sekali saat mengetahui bagaimana Warga Botubarani dan sekitarnya bekerja keras untuk melindungi berbagai makhluk laut dan terumbu karang di sana. Mereka kerapkali melakukan kegiatan membersihkan sampah di laut (mongabay.co.id).
Tidak hanya itu, warga pun turut memberikan edukasi kepada para wisatawan. Mereka menjaga praktik penangkapan ikan tradisional dengan menggunakan jaring dan pancing, atau alat tradisional dari anyaman bambu seperti Bubu. Mereka juga memprotes bekas galian tambang yang ada di sisi timur Botubarani karena bisa mencemari area wisata saat hujan turun. (himpun.id).
![]() |
| Hiu Paus biasa terlihat di bulan Mei-Juli (Hak Cipta Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo) |
Mengapa mereka begitu peduli pada kehidupan laut di Botubarani dan sekitarnya? Karena warga menganggap kemunculan Hiu Paus akan membawa berkah. Begitu Hiu Paus datang maka ikan-ikan yang biasa dikonsumsi warga seperti tongkol, layang dan oci akan ikut bermunculan pula. (makassar.kompas.com)
Kerja keras mereka pun menuai hasilnya, Botubarani yang dulu hanya surga tersembunyi kini semakin dikenal rakyat Bumi Pertiwi hingga ke luar negeri. Mulai dari masuk dalam 75 besar Desa Wisata Terbaik pada Anugerah Desa Wisata Indonesia dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tahun 2023 (jadesta.kemenparekraf.go.id).
Lalu tahun 2024, Botubarani mendapat anugerah Desa Sejahtera Astra dari Astra Internasional. Penghargaan tersebut seiring dengan prmberian bantuan rumpon berukuran 4x6 meter yang di atasnya terdapat lampu bertenaga surya sehingga bisa berfungsi sebagai pengangkut pengunjung hingga 10 orang. (satu-indonesia.com)
![]() |
| Bantuan Rumpon dari Astra International (Hak Cipta Gorontalo Post) |
Pada tahun yang sama, Botubarani semakin dikenal luas oleh aktris Prilly Latuconsina yang kini menjadi Duta Konservasi Indonesia untuk Hiu Paus. Kemudian tahun 2025, Botubarani untuk wisata Hiu Paus mendapat penghargaan Asean Community Based Tourism Award di Malaysia pada awal tahun lalu, tentunya penghargaan ini juga tidak lepas dari dukungan besar Astra Internasional demi pariwisata yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyakarat Botubarani. (berita.bonebolangokab.go.id)
#KabarBaikSatuIndonesia #DesaSejahteraAstra





3 komentar
Menarik sekali artikelnya kak..
BalasHapusSangat indah
BalasHapusSangat indah ceritanya
BalasHapus